Translate

Minggu, 27 Januari 2013

PASAR BISNIS




PASAR BISNIS
 
1.1 Definisi Pasar Industri
Pasar industri sering disebut pasar produsen / pasar bisnis, yang terdiri dari perorangan dan organisasi yang memerlukan barang dan jasa untuk diproduksikan menjadi barang dan jasa dalam bentuk lain, dan kemudian dijual, disewakan atau diserahkan pada pihak lain.

Jenis-jenis pokok yang tergabung dalam pasar industri adalah pertanian, kehutanan, perikanan, pertambangan, manufaktur, konstruksi transportasi, komunikasi, utilitas umum; perbaikan, keuangan dan asuransi serta jasa.

Penjualan ke konsumen industri melibatkan lebih banyak barang dan juga uang daripada penjualan ke pembeli perorangan. Kita bisa lihat siklus dari penjualan sepasang sepatu yang pada akhirnya beralih ke konsumen :
Ø  Pedagang kulit menjual kulitnya ke tukang samak yang;
Ø  Kemudian menjual kulit matang ke produsen sepatu;
Ø  Berikutnya produsen sepatu menjual sepatunya ke pedagang besar;
Ø  Kemudian dari pedagang besar dijual lagi ke pengecer ;
Ø  Akhirnya, pengecer ini menjual sepatu ke konsumen

1.2. Pengelompokan & Struktur Industri

Setiap unsur dalam mata rantai produksi dan distribusi harus membeli barang dan jasa yang lainnya lagi ( artinya membeli barang yang merupakan ragam dari bagian pembuatan barang tersebut ). Inilah sebabnya mengapa proses jual beli dari pasar industri lebih banyak dan beragam daripada pasar konsumsi.
Industri dapat dikelompokkan menurut :
A. Jumlah penjual dan diferensiasi merupakan suatu awalan untuk dapat menjelaskan industri dengan membuat spesifikasi mengenai jumlah penjual dan menentukan apakah produk tertentu homogen atau sangat terdeferensiasi.

Di lihat dari kegiatannya, industri terdiri dari empat struktur, antara lain :
1.  Monopoli murni, dimana hanya satu perusahaan yang menyediakan produk atau jasa tertentu di negara atau wilayah tertentu.
       Contoh :   * Perusahaan Listrik Negara ( PLN )
                        * Perusahaan Gas Negara ( PGN / Pertamina )
      Monopoli yang tidak teregulasi akan mengenakan harga yang tinggi, sedikit atau tidak memasang iklan serta menawarkan pelayanan yang minimum.
2.   Oligopoli, biasanya sedikit perusahaan besar yang memproduksi produk mulai dari produk yang terdiferensiasi hingga produk yang terstandarisasi. Oligopoli murni terdiri dari beberapa perusahaan yang memproduksi komoditas yang pada dasarnya sama. Contoh : Minyak bumi dan baja.
      Oligopoli yang terdiferensiasi terdiri dari beberapa perusahaan yang memproduksi produk yang terdiferensiasi secara parsial. Contohnya; mobil dan kamera.
3. Monopolistik, dimana banyak pesaing yang mampu mendiferensiasikan tawaran mereka secara keseluruhan atau sebagian. Contohnya : restoran dan toko kecantikan.
4.  Persaingan murni, dimana banyak pesaing menawarkan produk dan jasa yang sama. Contohnya : bursa efek dan bursa komoditas.

 B. Hambatan masuk, hambatan mobilitas dan hambatan keluar.
     Dimana setiap industri yang ingin masuk dalam persaingan harus memenuhi syarat :
1. Harus memiliki modal.
2. Mengetahui skala ekonomis .
3. Memiliki hak paten dan lisensi .
4. Memiliki kelangkaan lokasi.
5. Memiliki bahan baku.
6. Terdapat distributor untuk menyalurkan barang.
7. Mempunyai reputasi yang baik.
Setelah memasuki industri suatu perusahaan harus mampu menghadapi mobilitas sewaktu yakni dengan berusaha memasuki segmen- segmen pasar yang menarik.


C. Struktur Biaya
               Setiap industri mempunyai beban biaya tertentu yang banyak membentuk tindakan strategis. Sebagai contoh pabrik baja melibatkan biaya manufaktur dan bahan baku ; sementara produksi mainan melibatkan biaya distribusi dan pemasaran.

D. Tingkat integrasi vertikal.
               Perusahaan dapat lebih bermanfaat jika melakukan integrasi ke hulu atau ke hilir ( integrasi vertikal ). Integrasi vertikal sering menurunkan biaya dan perusahaan dapat bagian arus nilai tambah yang lebih besar. Perusahaan yang terintegrasi secara vertikal dapat memanipulasi harga dan biaya di bagian lantai nilai yang berbeda untuk menghasilkan laba yang memiliki pajak terendah.

E. Tingkat globalisasi
Beberapa industri yang bersifat sangat lokal ( seperti perawatan lapangan rumput ); yang lainnya bersifat global (  seperti minyak bumi, mesin pesawat udara ). Perusahaan pada industri global harus bersaing secara global, jika mereka ingin mencapai skala ekonomis dan mengikuti kemajuan terakhir teknologi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar